nenk poenya


PENGARUH KADAR AIR TERHADAP PERKEMBANGAN SERANGGA HAMA DAN KERUSAKAN BAHAN PANGAN PASCAPANEN
Januari 28, 2008, 3:18 am
Diarsipkan di bawah: LAPORAN LAGIII

A.     Tujuan

Mempelajari pengaruh kadar air terhadap terhadap perkembangan serangga dan kerusakan bahan pangan pascapanen

B.     Bahan dan Alat

1.      Gabah basah dan kering

2.      Pinset, kuas, kaca pembesar, hand counter, ceratester

3.      Petridis

C.     Prosedur Kerja

1.      Jenis gabah basah dan kering diukur kadar airnya.

2.      Kedua jenis gabah tersebut, masing-masing ditimbang sebanyak 50 g, kemudian dimasukkan ke dalam petridis

3.      Ke dalam petridis dimasukkan Sitophilus oryzae sebanyak 3 pasang dan diinkubasikan selama 4 minggu

4.      Perkembangan populasi hama dan kerusakannya diamati setiap minggunya selama masa inkubasi

A.     Pembahasan

Gabah atau beras adalah suatu jenis komoditas utama di Indonesia, dan mampu disimpan dalam gudang dalam jangka waktu yang relative lama, hal ini bisa mengakibatkan serangan hama pasca panen didalam penyimpanan yaitu salah satunya yaitu Sitophilus oryzae. Semua spesies Sitophilus mempunyai bentuk luar yang sama. S. zeamays dan S. oryzae  hanya dapat dibedakan dengan baik dengan cara membedah dan melihat alat genetalia dibawah mikroskop. Semua spesies mempunyai moncong (rostrum) dengan ciri tertentu.serangga ini berwarna coklat hingga hitam , panjang 3-4 mm. ukuran serangga dewasa beragam tergantung pada ukuran bebijian tempat serangga itu hidup. Serangga yang hidup pada bebijian berukuran besar cenderung berukuran lebih besar  daripada serangga yang berkembang pada bebijian yang lebih kecil seperti beras. Pada dasarnya hama ini juga tidak hanya menyerang pada gabah saja tetapi pada beras yang disimpan dalam jangka waktu yang agak lama. Apabila beras tersebut disimpan dalam jangka waktu yang relative lama maka beras itu akan dimakan oleh hama gudang tersebut, dan hasilnyapun beras tersebut menjadi pecah dan kebanyakan menjadi bubuk. Pada gabah yang disimpan hama tersebut menyerang pada bagian berasnya, hama tersebut melubangi gabah dan memakan beras yang berada didalamnya. Apabila gabah tersebut digiling maka beras yang dihasilkan akan pecah-pecah dan mengalami susut yang relative besar.

Akibat dari serangan hama pasca panen tersebut beras atau gabah akan menjadi berlubang kecil- kecil, karena beras atau gabah tersebut disimpan dalam jangka waktu yang relativ lama maka beras atau gabah tersebut menjadi butiran, pecah dan remuk bagaikan tepung. Hal ini sering kita temukan pada butiran beras yang terserang, dalam keadaan rusak dan bercampur tepung dipersatukan oleh air liur larva sehingga kualitas beras menjadi rusak sama sekali.

Pada control tidak terjadi penyusutan jumlah biji, pada gabah kering hanya terjadi penyusutan berat yang terjadi pada pengamatan yang terakhir yaitu 0 gr, dan pengurangan kadar air dari15,2% menjadi 14,1%, sedangkan pada gabah basah hanya terjadi penyusutan berat yang terjadi pada pengamatan yang pertama dan terakhir yaitu hanya 6gr dan 3gr, dan pengurangan kadar air dari 22,4% menjadi 18,3% Hal ini dimungkinkan penurunan berat karena pengaruh kadar air yamg di kandung oleh gabah tersebut, semakin lama gabah tersebut disimpan maka kadar air tersebut semakin menghilang/berkurang dan akhirnya menjadikan gabah tersebut menjadi susut dan berkurang beratnya. Hal ini karena tidak ada peran dari hama gudang yang dipakai sebagai control. Karena dalam penyimpanan juga mempengaruhi kadar air yang dikandungnya, dari factor- factor didalam penyimpanan tersebut, misalnya suhu, kelembapan, dan lain sebagainya.

Pada perlakuan terjadi penyusutan jumlah biji, pada gabah kering terjadi penyusutan biji dari 2065 menjadi 1962, pada pengamatan pertama dan terjadi penyusutan biji dari 1875 menjadi 1796 pada pengamatan yang kedua,  hal itu dikarenakan biji tersebut dimakan oleh serangga hama yang digunakan sebagai sample yaitu Sitophilus oryzae sebanyak 5 pasang.

 

B.     Kesimpulan

Penyusutan berat pada gabah basah dan intensitas serangan menunjukan lebih tinggi dibanding dengan gabah kering ini disebabkan pada gabah basah kadar airnya masih tinggi sehingga bahan masih terlalu lunak sehingga mudah untuk di rusak.

Daftar pustaka

 

Kartasaputra. 1991. Hama Hasil Tanaman Dalam Gudang. PT RINKA: Jakarta.

Pracaya, Ir. 1995.  Hama dan Penyakit Tanaman. PENEBAR SWADAYA: Jakarta.

Toekidjo, Martoredjo. 1986. Ilmu Penyakit Lepas Panen. GHALIA INDONESIA: Jakarta.

 


& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

Untuk pembahasan mengenai beras terutama untuk gabah, sudah bagus tapi jangan hanya pada tingkatan kadar airnya saja sebaiknya juga untuk beras yang mengapur, rusak, bagaimana dengan ketentuan derajat SNI pada berat tersebut okay.. :-) yah, itung-itung juga untuk membantu tugas praktikum tentang itu….

Komentar oleh taree

hatur nuhun nenk
ngabantos vsan blogna

Komentar oleh q

Jadi inget masa2 kuliah…hehe

Sedikit menambahkan…Memang penyimpanan gabah yang paling baik pake silo, selain menghemat biaya produksi (tidak perlu karung, dan man power yang dibutuhkan sedikit, tidak perlu fumigasi juga) juga kadar air dapat dikontrol dengan mudah…Tidak seperti penyimpanan karung dalam gudang secara ditumpuk yang menyebabkan kondisi lembab yang memudahkan hama dan jamur berkembang subur…

Ditunggu upload2 selanjutnya..:)

Komentar oleh Yandra

Kalau gabah tersebut, jika di simpan lama hama tidak pasti tumbuh jamur\jigot, juga kalau peyimpanan ya itu bagus tetapi kalau kadar air itu tidak bermasalah yg bermasalah itu penyimpana nya itulo….oke

Komentar oleh oong.kuya

Kalau gabah tersebut, di simpan lama hama tidak pasti tumbuh seperti: jamur\jigot,tetapi peyimpanan itu,kalau kurang bagus juga berpengaruh, tetapi” (kalau kadar air itu tidak bermasalah) yg bermasalah itu penyimpana nya itulo….oke

Komentar oleh oong.kuya

q mw tanya kl da produk pertanian yg bau apek, warna jd kelabu, da yg berubah jd tepung dan da hewan2 kecil warna coklat kemerahan. kata penjual, bukan dy yg salh tp hewanny dah ada sejak d bulog ato penyalurnya. ketika d tengok gudang pedagang itu ternyata hanya d terangi lampu 10 watt, dekat dapur, kamar mandi dan sumur dan bercampur dgn produk2 lain. Yang saya tanyakan bagaimana sebenarnya yang terjadi????

Komentar oleh cantik

scavenger pest itu apa ce mbak…?

Komentar oleh vian

butir merah rusak N butir mengapur rusak itu terjadi akibat faktor panennya atau faktor penyimpanan ????

Komentar oleh icha




Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>