Diarsipkan di bawah: LAPORAN LAGIII
PENGENALAN HAMA-HAMA PASCAPANEN
A. Tujuan
Mengenal beberapa hama yang menyebabkan kerusakan pada komoditas pertanian pascapanen
B. Bahan dan Alat
1. Beberapa komoditas pasca panen:
a. beras
b. kedelai
c. kacang hijau
d. kacang tolo
e. kopi
2. Alat tulis
C. Prosedur Kerja
1. Mengambil beberapa butir atau buah komoditas bahan pangan yang menampakkan gejala serangan hama
2. Gejala serangan dari hama digambar dan diberi keterangan
3. Pada jenis komoditas yang diserang bagian dalamnya dengan cara dibelah sampai terlihat bekas serangannya
4. Contoh hama yang menyerang komoditas digambar dan diberi keterangan
5. Ditentukan yang dapat digolongkan ke dalam jenis hama penyebab kerusakan pascapanen
A. Pembahasan
Hama gudamg mempunyai sifat yang khusus yang berlainan dengan hama-hama yang menyerang dilapangan, hal ini sangant berkaitan dengan ruang lingkup hidupnya yang terbatas yang tentunya memberikan pengaruh factor luar yang terbatas pula.
Walaupun hama gudang (produk dalam simpanan) ini hidupnya dalam ruang lingkup yang terbatas, karena ternyata tidak sedikit pula Janis dan spesiesnya, yang masing-masing memiliki sifat sendiri, klasifikasi atau penggolongan hama yang menyerang produk dalam gudang untuk lebih mengenalnya dan lebih mudah mempelajarinya telah dilakukan oleh para ahli taxonomi.
Yang dimaksud dengan klasifikasi atau penggolongan ialah pengaturan individu dalam kelompok, penyusunan kelompok dalam suatu sistem, data individu dan kelompok menentukan hama itu dalam sistem tersebut. Letak hama hama dalam system sudah memperlihatkan sifatnya.
Umumnya hama gudang yang sering dijumpai adalah dari golongan Coleoptera, misalnya Tribolium castaneum, Sitophilus oryzae, Callocobruchus spp, dll. Pada praktikum, komoditas pasca penen yang diamati adalah beras, kopi, kacang tolo, kacang hijau, dan kedelai. Hama gudang yang ditemukan pada komodits tersebut adalah Tribolium castaneum, Sitophilus oryzae, Callocobruchus spp. Pada beras, ditemukan Tribolium castaneum dan Sitophilus oryzae, pada komoditas kedelai ditemukan Tribolium castaneum, pada kopi ditemukan Callocobruchus spp, pada kacang tolo ditemukan Sitophilus oryzae dan Callocobruchus spp, dan pada komoditas kacang hijau ditemukan Tribolium castaneum.
Produk pasca penen merupakan bagian tanaman yang dipanen dengan berbagai tujuan terutama untuk memberikan nilai tambah dan keuntungan bagi petani maupun konsumen. Produk dalam simpanan ini tidak terlepas dari masalah organisme pengganggu tumbuhan terutama dari golongan serangga hama. Hama yang menyerang komoditas simpanan (hama gudang) mempunyai sifat khusus yang berlainan dengan hama yang menyerang tanaman ketika di lapang.
Hama yang terdapat dalam gudang tidak hanya menyerang produk yang baru saja dipanen melainkan juga produk industri hasil pertanian. Produk tanaman yangdisimpan dalam gudang yang sering terserang hama tidak hanya terbatas pada produk bebijian saja melainkan produk yang berupa dedaunan (teh, kumis kucing, dan lain sebagainya) dan kekayuan atau kulit kayu misalnya kayumanis, kulit kina, dan lainnya (Kartasapoetra, 1987).
Hama yang terdapat dalam acara praktikum diantaranya:
1. Tribolium castaneum
Hama ini juga disebut hama bubuk beras, bubuk Tribolium bukan hama yang khusus menyerang beras atau tepungnya. Pada kenyataannya, dimana pada komoditas beras ditemukan hama Sitophilus oryzae, pasti akan ditemukan juga hama bubuk ini. Hama Tribolium hanya memakan sisa komoditas yang telah terserang hama Sitophilus oryzae sebelumnya yang berbentuk tepung (hama sekunder). Hama ini tidak hanya ditemukan dalam komoditas beras, tetapi juga terdapat pada gaplek, dedak, beaktul yang ada di toko maupun di rumah.
Kumbang dewasa berbentuk pipih, berwarna cokelat kemerahan, panjang tubuhnya ± 4 mm. Telur berwarna putih agak merah dengan panjang ± 1,5 mm. larva berwarna cokelat muda dengan panjang ± 5-6 mm. pupa berwarna putih kekuningan dengan panjang ± 3,5 mm. kumbang betina mampu bertelur hingga 450 butir sepanjang siklus hidupnya. Telur diletakkan dalam tepung atau pada bahan lain yang sejenis yang merupakan pecahan kecil (remah). Larva bergerak aktif karena memiliki 3 pasang kaki thorakal. Larva akan mengalami pergantian kulit sebanyak 6-11 kali, tidak jarang pula pergantian kulit ini hanya terjadi sebanyak 6-7 kali, ukuran larva dewasa dapat mencapai 8-11 mm. menjelang terbentuknya pupa, larva kumbang akan muncul di permukaan material, tetapi setelah menjadi imago akan kembali masuk ke dalam material. Seklus hidup dari kumbang ± 35-42 hari.
Pengendalian yang dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan oleh hama ini dapat dilakukan dengan melakukan penjemuran terhadap komoditas simpanan pada waktu tertentu dengan pengeringan yang sempurna. Selain itu juga dapat dilakukan fumigasi terhadap produk pasca penen dengan menggunakan fumigan yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.
2. Sitophilus oryzae
Sitophilus oryzae dikenal sebagai bubuk beras (rice weevil). Hama ini bersifat kosmopolit atau tersebar luas di berbagai tempat di dunia. Kerusakan yang ditimbulkan oleh hama ini termasuk berat, bahkan sering dianggap sebagai hama paling merugikan produk pepadian. Hama Sitophilus oryzae bersifat polifag, selain merusak butiranberas, juga merusak simpanan jagung, padi, kacang tanah, gaplek, kopra, dan butiran lainnya.Akibat dari serangan hama ini, butir beras menjadi berlubang kecil-kecil, tetapi karena ada beberapa lubang pada satu butir, akan menjadikan butiran beras yang terserang menjadi mudah pecah dan remuk seperti tepung. Kualitas beras akan rusak sama sekali akibat serangan hama ini yang bercampur dengan air liur hama
Kumbang muda dan dewasa berwarna cokelat agak kemerahan, setelah tua warnanya berubah menjadi hitam. Terdapat 4 bercak berwarna kuningagak kemerahan pada sayap bagian depan, 2 bercak pada sayap sebelah kiri, dan 2 bercak pada sayap sebelah kanan. Panjang tubuh kumbang dewasa ± 3,5-5 mm, tergantung dari tempat hidup larvanya. Apabila kumbang hidup pada jagung, ukuran rata-rata ± 4,5 mm, sedang pada beras hanya ± 3,5 mm. larva kumbang tidak berkaki, berwarna putih atau jernih dan ketika bergerak akan membentuk dirinya dalam keadaan agak membulat. Pupa kumbang ini tampak seperti kumbang dewasa.
Kumbang betina dapat mencapai umur 3-5 bulan dan dapat menghasilkan telur sampai 300-400 butir. telur diletakkan pada tiap butir beras yang telah dilubangi terlebih dahulu. Lubang gerekan biasanya dibut sedalam 1 mm dan telur yang dimasukkan ke dalam lubang tersebut dengan bantuan moncongnya adalah telur yang berbentuk lonjong. Stadia telur berlangsung selama ± 7 hari. Larva yng telah menetas akan langsung menggerek butiran beras yang menjadi tempat hidupnya. Selama beberap waktu, larva akan tetap berada di lubang gerekan, demikian pula imagonya juga akan berada di dalam lubang selama ± 5 hari. Siklus hidup hama ini sekitar 28-90 hari, tetapi umumnya selama ± 31 hari. Panjang pendeknya siklus hidup ham ini tergantung pada temperatur ruang simpan, kelembapan di ruang simpan, dan jenis produk yang diserang.
Musuh alami hama ini antara lain Anisopteromalus calandrae How (parasit larva), semut merah dan semut hitam yang berperan sebagai predator dari larva dan telur hama. Penagendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara melakukan penjemuran produk simpanan pada terik matahari, diharapkan dengan adanya penjemuran ini hama Sitophilus oryzae dapat terbunuh, dengan pengaturan tempat penyimpanan, dan dengan melakukan fumigasi terhadap produk yang disimpan.
3. Callocobruchus spp
Imago dari hama ini berbentuk bulat telur. Bagian kepala agak meruncing, pada elytra terdapat gambaran agak gelap. Pronotum halus, elytra berwarna cokelat agak kekuningan. Ukuran tubuh sekitar 5-6 mm. imago betina dapat bertelur hingga 150 butir, telur diletakkan pada permukaan produk kekacangan dalam simpanan dan akan menetas setelah 3-5 hari. Larva biasanya tidak keluar dari telur, tetapi hanya merobek bagian kulit telur yang melekat pada material. Larva akan menggerek di sekitar tempat telur diletakkan. Lama stadia lrva adalah 4-6 hari. Produk yang diserang akan tampak berlubang.
Pengendalian dapat dilakukan dengan melakukan fumigasi dan menggunakan musuh alami hama ini (Anisopteromalus calandrae dan semut hitam).
Intensitas serangan akibat hama dalam produk simpanan termasuk dalam kategori sedang, walaupun beberapa hama dapat menyebabkan kerugian yang nyata secara ekonomi. Intensitas serangan pada komoditas kopi, kacang hijau, kacang tanah, kacang tolo, dan beras adalah 0,3 %, 0,13 %, 0,19 %, 0,29 %, dan 0,34 %. Intensitas serangan paling kecil terdapat pada komoditas kacang hijau dan intensitas tertinggi ada pada komoditas beras.
B. Simpulan
1. Dengan mengetahui klasifikasi dalam sisitem maka hama sudah memperlihatkan sifatnya.
2. Hama gudang yang ditemukan pada komoditas simpnan yang diamati adalah Tribolium castaneum, Sitophilus oryzae, Callocobruchus spp.
Intensitas serangan terendah terjadi pada komoditas kacang hijau, sedangkan intensitas tertinggi terjadi pada komoditas beras.
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Asw…
Punten skalian browse blog, mau tanya tentang Tribolium castaneum. Skrg sdg penelitian apilkasi gelombang mikro u T.castaneum, nyari panjang gelombang u memandulkan jantannya, jg analisa efekny ke produk pangan plus efek ke F1ny.
Nah tnyata, yg betina lebih rendah daya tahan tubuhnya thd gel.mikro. Padahal gel. mikro cuma nyerang molekul air & protein. Yang mau ditanyain, ada ngga ya pengaruh feromon ke daya tahan tubuh T. castaneum..?
Punten, sy teh bkn di ilmu hama, jd agak kurang ngerti ttg hama. Hatur nuhun…
Komentar oleh ramdhany Maret 25, 2008 @ 3:30 amsami abdi oge sanes dokter hama…=9
Komentar oleh nay Mei 8, 2008 @ 3:53 ampunten yah klu kurang jelas,,cari referen laen aja….=)
ANEH U
Komentar oleh Steven Gerrard Agustus 20, 2008 @ 9:27 amzzz
Komentar oleh Frank Lampard Agustus 20, 2008 @ 9:31 ammAkasih y teh…
Komentar oleh Weny September 13, 2008 @ 1:44 amDah nulis ne lap d’blogx..
Coz da tugas neh ttg hama…
(^_^)
teh punten bade naros,upami S. oryzae dewasa berat tubuhna sabaraha ?hatur nuhun sateuacanna.
Komentar oleh miku November 17, 2008 @ 9:17 amNay… nuhun pisannya… akhirnya tugas yang waktu pake laporan praktikum kamu, akhirnya sukses juga. He… alhamdulillah.
Komentar oleh z47d Desember 24, 2008 @ 6:33 ammet siang
Komentar oleh Faisal Februari 25, 2009 @ 8:50 amAKU LAGI BETE!!!!!!!!!!!
Komentar oleh TOFI Februari 25, 2009 @ 8:53 amini teh banyak yg ngeview tp ko pada g ninggalin comment ya? heheu..
Komentar oleh nay Februari 27, 2009 @ 11:42 ambukan yg dicari yah?
insylh nti di lengkapin dlu deh,,,minta sama ank2 jursan HPT =)
Saya mempunyai kendala di gudang penyimpanan beras sudah dilakukan fumigasi dengan hasil baik tetapi setelah 2 minggu kemudian larva tribolium bermunculan kembali, bagaimana cara mengendalikan larva walaupun sdh dilakukan spraying tetap saja bermunculan dari dalam karung
Komentar oleh wahyu Juli 13, 2009 @ 9:12 amnice gan..
Komentar oleh wisnu Oktober 27, 2009 @ 9:34 amgood luck ! =)
Komentar oleh nay November 1, 2009 @ 11:09 pmmaaf nich nimbrung pisan euy… abdi teh anak hpt unsri, loc kamu?
Komentar oleh eko heri purwanto November 8, 2009 @ 2:36 am